Tipe-Tipe Trader Saham yang Wajib Diketahui Investor Saham
Di dunia saham, kamu tentu pernah dengar istilah yang namanya investasi dan trading. Untuk kamu yang melakukan investasi dinamai investor, sedang yang menyukai trading dinamai trader saham. Bila disimpulkan ke Bahasa Indonesia, trading memiliki arti aktivitas jual-beli . Maka dapat ditegaskan jika seorang trader akan pilih ambil keuntungan (return) dalam periode waktu pendek lewat capital gain.
Dapat disebut kegiatan trading memang lumayan beresiko. Masalahnya saat saham yang kamu membeli rupanya jeblok, karena itu kamu wajib melakukan cut loss untuk selamatkan modal saham kamu. Meskipun semua trader sudah tentu inginkan keuntungan. Tiap trader mempunyai style trading yang cukup berbeda. Apa tipe trader yang berada di Indonesia? Yok, baca:
Day-Trader
Tipe trader yang pertama day-trader. Day-trader sebagai trader harian yang praktiknya mengarah pada beberapa orang yang lakukan transaksi bisnis jual beli saham dalam kurun waktu sehari perdagangan yang serupa. Tetapi, bila day-trader memutuskan untuk hold satu saham, karena itu paling cuman memakan waktu dalam sekian hari saja, tidak lebih dari waktu satu minggu.
Sasaran khusus day-trader ialah dapat memperoleh keuntungan secepatnya dari fluktuasi harga banyak saham dalam waktu cepat dan singkat. Oleh karenanya, trader tipe ini akan pilih broker saham atau perusahaan sekuritas yang fee jual dan fee belinya murah untuk tekan ongkos trading yang ada.
Day-trader akan manfaatkan analitis teknikal untuk tentukan status harga vital untuk beli dan jual saham tanpa hitung keadaan esensial perusahaan.
Trader Esensial
Seterusnya, ada trader esensial yang konsentrasi untuk analitis keuangan dan proses perkembangan perusahaan di depan untuk tentukan saham yang mana memang pantas dibeli. Bila dimisalkan beli tas branded, karena itu kamu akan menyelisik beberapa hal seperti rekam jejak merk tas itu, bahan pembikinan, apa diperuntukkan untuk pemakaian harian atau acara tertentu.
Analitis esensial kerap dipandang sama dengan kegiatan investasi periode panjang saja dibanding trading periode pendek. Kenyataannya memang analitis tidak diperlukan oleh day-trader. Analitis esensial dapat dipakai untuk trader yang ingin memperoleh keuntungan periode pendek dalam kurun waktu di bawah setahun.
Tren Trader
Type trader saham setelah itu type Tren Trader. Type trader yang ini sukai tunggangi trend harga saham yang telah tercipta, tidak perduli pada gerakan harga saham baik itu muncul karena factor teknikal esensial atau teknikal. Saat satu harga saham bisa melalui angka bottom dan bisa bertambah dengan cepat, karena itu Tren Trader akan selekasnya ikutan beli saham itu atau yang dikenali dengan istilah Buy on Strength.
Kebalikannya bila saham roboh seorang Tren Trader akan ikutan dalam jual saham. Bila disaksikan dari pemikiran orang pemula, taktik Tren Trader benar-benar logis. Tetapi, tingkat resikonya tinggi untuk seorang Tren Trader jika terjerat dalam kecemasan atau euforia pasar. Kamu coba pikirkan apa yang bakal terjadi bila seorang trader beli saham pada harga yang terlampau tinggi karena euforia pasar dan kesusahan menjualnya.
Trader Contrarian
Nach, tipe trader yang paling akhir ada trader contrarian. Berlainan dengan trader saham type tren trader, trader contrarian justru akan beli satu saham saat banyak orang jual saham itu. Kebalikannya, saat banyak orang beli satu saham karena harga bertambah cepat, dia justru akan menjualnya.
Istilah-istilah yang sama dengan tipe trader contrarian ialah buy-on-weakness (BoW), sell-on-strength (SoS), selling-into-strength (SiS), dan buying-into-weakness (BiW). BoW mempunyai makna, trader akan beli saham yang harga sedang undervalued, dengan sasaran keuntungan bila nantinya harga saham itu kembali lagi ke valuasi normal atau semakin tinggi. SoS maknanya jual saham yang telah overvalued atau harga dipandang terlampau mahal dari valuasi umumnya.
Sedang, SiS dan BiW sebagai macam dari ke-2 taktik yang sudah disebut sebelumnya. Pada kondisi selling-into-strength, trader akan jual saham dalam portofolio-nya dengan bertahap bersamaan dengan peningkatan harga saham itu. Sedang buying-into-weakness, memiliki arti trader akan beli satu saham dengan bertahap bersamaan dengan pengurangan harga saham itu (average down).
Nach, itu beberapa beberapa jenis trader saham yang ada di pasar. Selainnya beberapa macam trader di atas, ada banyak tipe trader lain dalam investasi saham yang bakal diulas di artikel seterusnya.